Mau Mengubah Hidup Agar Lebih Baik?
![]() |
Cara Mengubah Hidup Itu Berproses |
Maaf,
jika Anda pikir cara mengubah hidup seperti mengayunkan tangkat ajaib,
maka Anda salah. Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, artinya Anda perlu
bersedia untuk berproses. Orang-orang hebat itu adalah mereka yang
sudah melalui proses, tidak terjadi begitu saja.
Seringkali kita tertipu oleh persepsi sendiri. Orang yang lebih baik
itu sudah dari sononya. Padahal tidak, mereka sudah melalui proses dan
memerlukan waktu dan pengorbanan untuk sampai dalam tahap tertentu.
Orang yang memiliki jabatan tinggi, sebab dia sudah melalui proses
yang mengubah dia menjadi pribadi yang pantas dan sanggup mengemban
jabatan tinggi.
Begitu juga, orang yang berpenghasilan tinggi pun, sudah melalui
proses untuk mengasah insting dan kemampuannya dalam mendapatkan
penghasilan besar.
Orang alim pun sama. Mereka telah melalui proses menimba ilmu agama dalam waktu yang tidak sedikit.
Cara Mengubah Hidup Itu Menyeluruh
Banyak yang mengira, jika dia sudah memiliki modal, segalanya akan
lebih baik. Bisa jadi, jika yang lainnya sudah baik, misalnya mindset
dan kemampuannya sudah baik. Kehadiran modal akan membuatnya lebih baik.
Namun tidak semua orang punya modal menjadi lebih baik. Bahkan, modal malah menghancurkannya. Mengapa, sebab baik dari satu segi itu tidak cukup.
Namun tidak semua orang punya modal menjadi lebih baik. Bahkan, modal malah menghancurkannya. Mengapa, sebab baik dari satu segi itu tidak cukup.
Anda tidak akan menjadi baik jika hanya mengandalkan skill teknis
saja. Diperlukan kemampuan lain untuk meraih sukses, bukan hanya masalah
kemampuan teknis saja. Hanya bisa membuat ayam goreng, tidak akan bisa
menjadikan Anda menjadi pengusaha ayam goreng. Diperlukan kemampuan yang
lain.
Langkah Pertama: Kejelasan
Anda mau berubah?
Jika Anda jawab ya, saya tanya lagi. “Berubah jadi apa?”
“Jadi Superman!!!” He he.
Jika Anda menjawab, “Menjadi lebih baik.”
Maka akan muncul pertanyaan berikutnya, baik apanya?
Terus seberapa baik?
Bingungkan?
Anda akan bingung jika tidak jelas arah perubahan Anda. Seperti saat
Anda mengendarai mobil, Anda akan mudah mengarahkan setir mobil jika
sudah mengetahui tujuan dengan jelas. Jika tidak, maka mobil Anda bisa
tidak tentu arah dan entah akan melaju kemana.
Tentukan, apa definisi lebih baik itu dengan jelas dan terukur. Jika
mau lebih baik dari sisi ekonomi, baik apanya? Misalnya penghasilan saya
ingin lebih baik? Berapa lebih baik itu? Kapan?
Artinya langkah pertama Anda harus membuat sebuah tujuan yang SMART, dimana tujuan itu lebih baik dari kondisi saat ini.
Langkah Kedua: Tekad
Banyak yang ingin berubah, tetapi hanya ingin. Dia tidak juga melakukan perubahan.
Mengapa?
Sebab dia tidak memiliki tekad yang kuat.
Keinginan yang kuat ditunjang tekad yang kuat akan menghasilkan
perubahan yang berarti. Dalam proses perubahan, Anda akan bertemu banyak
halangan dan rintangan, bahkan kecendrungan untuk kembali ke tempat
semua. Nah, untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan tekad yang kuat.
Tekad yang kuat artinya Anda harus siap dan mau “membayar” apa pun yang diperlukan (selama halal) untuk mengalami perubahan.
Kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi mereka tidak mau
memenuhi syaratnya. Keinginan dan tekad mereka lemah, kemudian akhirnya
mereka berdalih bahwa kondisi saat ini sudah yang terbaik.
Jadi bulatkan tekad Anda untuk berubah, sekarang. Kemudian bertawakallah.
Langkah Ketiga: Hati
Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika
baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh
jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati. (H.R alBukhari dan Muslim)
Dari hadits ini sudah sangat jelas, jika Anda ingin berubah menjadi
lebih baik, ubahlah hati Anda. Hati meliputi perasaan dan pikiran, maka
wajar banyak metode pengembangan diri yang fokus membenahi perasaan dan
pikiran.
Bersihkan hati, dari dosa, dari perasaan negatif, dari berburuk
sangka, khawatir, lemah, takut, ragu, dan berbagai penyakit hati
lainnya, niscara Anda akan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih
optimis, semangat, dan memiliki energi yang tinggi untuk berubah.
Penghalang perubahan itu ada di hati kita, maka bersihkanlah jika ingin berubah.
Langkah Keempat: Prioritas
Hal pokok keempat yang perlu kita lakukan adalah mengatur prioritas
kita. Perubahan akan tergantung apa yang kita prioritaskan. Jika Anda
memprioritaskan tindakan-tindakan yang biasa Anda lakukan, maka hasilnya
pun akan seperti biasa. Mengapa berharap yang lain?
Kadang banyak orang yang merasa sudah melakukan sesuatu untuk
perubahan, tetapi tidak menjadi prioritas sehingga tidak memberikan
hasil yang signifikan. Hasilnya akan didominasi oleh apa-apa yang Anda
prioritaskan.
Lihatlah apakah Anda sudah punya rencana untuk berubah? Maka prioritaskan tindakan Anda pada rencana itu.
Langkah Kelima: Istiqomah
Kelanjutan dari memprioritaskan adalah Anda harus istiqomah dalam
melakukannya. Jika tidak, maka hasilnya tidak akan berarti untuk
mengubah hidup Anda. Lakukan terus dan terus sampai Anda merasakan
perubahan itu.
Konon, istiqomah adalah hal yang paling sulit. Menjaga istiqomah itu
tidak mudah. Tapi, ini harus dilakukan jika Anda mau berubah.
Langkah Keenam: Motivasi
Istiqomah itu berat. Untuk itu, dibutuhkan energi yang lebih besar
agar bisa terus istiqomah. Semakin jauh perjalanan, akan semakin
dibutuhkan energi yang lebih banyak. Semakin jauh perjalanan, bensin
haru siap sedia, jangan sampai roda berhenti berputar.
Agar Anda terus istiqomah bertindak, maka Anda harus memiliki
motivasi yang cukup sampai akhir. Jangan sampai berhenti ditengah jalan,
sebab jika berhenti Anda tidak akan pernah sampai ketujuan.
Langkah Ketujuh: Optimis
Semua hal diatas akan percuma jika Anda pesimis. Kadang, perubahan
itu membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan proses dan perjuangan. Anda
hanya akan bisa berproses jika Anda memiliki optimisme yang tinggi.
Optimis adalah yakin, bahwa Anda bisa berubah, meski setelah usaha
panjang masih belum terlihat hasilnya. Anda terus menjaga keyakinan,
suatu saat perubahan itu akan tiba.
Optimis menjadi sebuah pelengkap yang mutlak harus ada. Banyak orang yang tidak jadi berubah karena mereka kehilangan optimisme.


