Senin, 19 Oktober 2015

Cara Mengubah Hidup Agar Lebih Baik

Mau Mengubah Hidup Agar Lebih Baik?

berubah

Cara Mengubah Hidup Itu Berproses

Maaf, jika Anda pikir cara mengubah hidup seperti mengayunkan tangkat ajaib, maka Anda salah. Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, artinya Anda perlu bersedia untuk berproses. Orang-orang hebat itu adalah mereka yang sudah melalui proses, tidak terjadi begitu saja.
Seringkali kita tertipu oleh persepsi sendiri. Orang yang lebih baik itu sudah dari sononya. Padahal tidak, mereka sudah melalui proses dan memerlukan waktu dan pengorbanan untuk sampai dalam tahap tertentu.
Orang yang memiliki jabatan tinggi, sebab dia sudah melalui proses yang mengubah dia menjadi pribadi yang pantas dan sanggup mengemban jabatan tinggi.
Begitu juga, orang yang berpenghasilan tinggi pun, sudah melalui proses untuk mengasah insting dan kemampuannya dalam mendapatkan penghasilan besar.
Orang alim pun sama. Mereka telah melalui proses menimba ilmu agama dalam waktu yang tidak sedikit.

Cara Mengubah Hidup Itu Menyeluruh

Banyak yang mengira, jika dia sudah memiliki modal, segalanya akan lebih baik. Bisa jadi, jika yang lainnya sudah baik, misalnya mindset dan kemampuannya sudah baik. Kehadiran modal akan membuatnya lebih baik.
Namun tidak semua orang punya modal menjadi lebih baik. Bahkan, modal malah menghancurkannya. Mengapa, sebab baik dari satu segi itu tidak cukup.
Anda tidak akan menjadi baik jika hanya mengandalkan skill teknis saja. Diperlukan kemampuan lain untuk meraih sukses, bukan hanya masalah kemampuan teknis saja. Hanya bisa membuat ayam goreng, tidak akan bisa menjadikan Anda menjadi pengusaha ayam goreng. Diperlukan kemampuan yang lain.

Langkah Pertama: Kejelasan

Anda mau berubah?
Jika Anda jawab ya, saya tanya lagi. “Berubah jadi apa?”
“Jadi Superman!!!” He he.
Jika Anda menjawab, “Menjadi lebih baik.”
Maka akan muncul pertanyaan berikutnya, baik apanya?
Terus seberapa baik?
Bingungkan?
Anda akan bingung jika tidak jelas arah perubahan Anda. Seperti saat Anda mengendarai mobil, Anda akan mudah mengarahkan setir mobil jika sudah mengetahui tujuan dengan jelas. Jika tidak, maka mobil Anda bisa tidak tentu arah dan entah akan melaju kemana.
Tentukan, apa definisi lebih baik itu dengan jelas dan terukur. Jika mau lebih baik dari sisi ekonomi, baik apanya? Misalnya penghasilan saya ingin lebih baik? Berapa lebih baik itu? Kapan?
Artinya langkah pertama Anda harus membuat sebuah tujuan yang SMART, dimana tujuan itu lebih baik dari kondisi saat ini.

Langkah Kedua: Tekad

Banyak yang ingin berubah, tetapi hanya ingin. Dia tidak juga melakukan perubahan.
Mengapa?
Sebab dia tidak memiliki tekad yang kuat.
Keinginan yang kuat ditunjang tekad yang kuat akan menghasilkan perubahan yang berarti. Dalam proses perubahan, Anda akan bertemu banyak halangan dan rintangan, bahkan kecendrungan untuk kembali ke tempat semua. Nah, untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan tekad yang kuat.
Tekad yang kuat artinya Anda harus siap dan mau “membayar” apa pun yang diperlukan (selama halal) untuk mengalami perubahan.
Kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi mereka tidak mau memenuhi syaratnya. Keinginan dan tekad mereka lemah, kemudian akhirnya mereka berdalih bahwa kondisi saat ini sudah yang terbaik.
Jadi bulatkan tekad Anda untuk berubah, sekarang. Kemudian bertawakallah.

Langkah Ketiga: Hati

Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati. (H.R alBukhari dan Muslim)
Dari hadits ini sudah sangat jelas, jika Anda ingin berubah menjadi lebih baik, ubahlah hati Anda. Hati meliputi perasaan dan pikiran, maka wajar banyak metode pengembangan diri yang fokus membenahi perasaan dan pikiran.
Bersihkan hati, dari dosa, dari perasaan negatif, dari berburuk sangka, khawatir, lemah, takut, ragu, dan berbagai penyakit hati lainnya, niscara Anda akan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih optimis, semangat, dan memiliki energi yang tinggi untuk berubah.
Penghalang perubahan itu ada di hati kita, maka bersihkanlah jika ingin berubah.

Langkah Keempat: Prioritas

Hal pokok keempat yang perlu kita lakukan adalah mengatur prioritas kita. Perubahan akan tergantung apa yang kita prioritaskan. Jika Anda memprioritaskan tindakan-tindakan yang biasa Anda lakukan, maka hasilnya pun akan seperti biasa. Mengapa berharap yang lain?
Kadang banyak orang yang merasa sudah melakukan sesuatu untuk perubahan, tetapi tidak menjadi prioritas sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Hasilnya akan didominasi oleh apa-apa yang Anda prioritaskan.
Lihatlah apakah Anda sudah punya rencana untuk berubah? Maka prioritaskan tindakan Anda pada rencana itu.

Langkah Kelima: Istiqomah

Kelanjutan dari memprioritaskan adalah Anda harus istiqomah dalam melakukannya. Jika tidak, maka hasilnya tidak akan berarti untuk mengubah hidup Anda. Lakukan terus dan terus sampai Anda merasakan perubahan itu.
Konon, istiqomah adalah hal yang paling sulit. Menjaga istiqomah itu tidak mudah. Tapi, ini harus dilakukan jika Anda mau berubah.

Langkah Keenam: Motivasi

Istiqomah itu berat. Untuk itu, dibutuhkan energi yang lebih besar agar bisa terus istiqomah. Semakin jauh perjalanan, akan semakin dibutuhkan energi yang lebih banyak. Semakin jauh perjalanan, bensin haru siap sedia, jangan sampai roda berhenti berputar.
Agar Anda terus istiqomah bertindak, maka Anda harus memiliki motivasi yang cukup sampai akhir. Jangan sampai berhenti ditengah jalan, sebab jika berhenti Anda tidak akan pernah sampai ketujuan.

Langkah Ketujuh: Optimis

Semua hal diatas akan percuma jika Anda pesimis. Kadang, perubahan itu membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan proses dan perjuangan. Anda hanya akan bisa berproses jika Anda memiliki optimisme yang tinggi.
Optimis adalah yakin, bahwa Anda bisa berubah, meski setelah usaha panjang masih belum terlihat hasilnya. Anda terus menjaga keyakinan, suatu saat perubahan itu akan tiba.
Optimis menjadi sebuah pelengkap yang mutlak harus ada. Banyak orang yang tidak jadi berubah karena mereka kehilangan optimisme.

Cara Membangkitkan Semangat Kerja Yang Ampuh


Giat Bekerja Keras Spirit

Step by Step Cara Membangkitkan Semangat Kerja

Apakah Anda merasa memerlukan membangkitkan semangat kerja yang mulai menurun? Banyak penyebab seseorang yang motivasi kerjanya mulai turun. Mulai dari ketidak puasan terhadap perusahaan atau atasan, lingkungan yang kurang menyenangkan, rekan kerja yang kurang kita sukai, termasuk kondisi ekonomi yang tidak juga beranjak.
Pertanyaanya, saat semangat dalam bekerja menurun, apakah kita mengikutinya? Kita biarkan semangat turun, akhirnya prestasi kita jeblok. Apakah ini akan baik? Atau membuat segalanya makin buruk. Anda bisa saja di PHK, bisa saja terjalin hubungan yang tidak baik, bahkan bisa mengganggu kesehatan. Emosi yang terus negatif akan mengganggu kesehatan.
Untuk itu, Anda harus segera membangkitkan semangat kerja Anda segera mungkin. Berikut ada 7 langkah bagaimana membangkitkan semangat kerja.

Langkah #1 Cara Membangkitkan Semangat Kerja Ingat Niat Kerja

Apa  niat Anda bekerja?
Saya kita sudah banyak yang faham. Kerja memang mengharapkan gaji setiap bulan. Tapi untuk apa gaji itu? Untuk menafkahi keluarga. Dan ini adalah kewajiban, ini adalah bagian dari ibadah. Jadi, niat bekerja itu sesungguhnya adalah ibadah.
Jika niat ibadah, artinya kita bekerja bukan untuk atasan, bukan untuk perusahaan, bukan untuk rekan kerja. Semua itu hanya wasilah. Tapi sebenarnya kita bekerja untuk Allah. Ibadah itu untuk Allah, sehingga rasanya tidak layak kita bekerja sekedarnya.
Yuk, kita luruskan kembali niat kita bekerja sebagai salah satu ibadah. Untuk itu, maka tekadkan pada diri kita untuk bekerja lebih semangat lagi.

Langkah #2 Ingat Tujuan, Cita-cita, dan Harapan

Selain bekerja itu sebagai ibadah, bekerja juga sebagai jalan kita meraih tujuan, cita-cita, dan harapan kita. Apakah Anda memiliki cita-cita untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi? Tunjukan dengan semangat tinggi. Jika Anda ingin bekerja untuk mendapatkan gaji lebih besar, tunjukan dengan semangat yang tinggi.
Bahkan, jika Anda akan pensiun dalam beberapa tahun lagi, tidak ada salahnya bekerja dengan semangat tinggi sebagai contoh untuk generasi muda dan meninggalkan kesan positif bagi perusahaan dan rekan kerja Anda.
Mengingat tujuan, cita-cita, dan harapan Anda adalah salah satu cara membangkitkan semangat kerja.

Langkah #3 Untuk Siapa Saja Anda Bekerja

Cara selanjutnya membangkitkan motivasi kerja adalah dengan mengingat untuk siapa kita bekerja? Untuk keluarga bukan? Untuk mereka yang Anda sayangi dan menyayangi Anda.
Jangan kecewakan mereka dengan semangat kerja yang rendah. Justru Anda harus menjadi contoh bahwa Anda begitu semangat dalam bekerja. Sejauh mana semangat Anda, sadar tidak sadar, akan membekas di pikiran bawah sadar keluarga Anda. Anak-anak akan meneladani Anda.
Bagi Anda yang belum berkeluarga, mungkin Anda ingin membahagiakan orang tua Anda. Berbakti kepada orang tua adalah satu ibadah, bahkan ibadah dengan pahala yang besar. Sebaliknya, durhaka adalah dosa yang besar. Pantaskah kita bekerja dengan semangat yang lembek padahal untuk berbakti kepada orang tua?

Langkah #4 Sadari Apa Yang Menjadi Perusak Semangat Anda

Anggaplah Anda sudah semangat kembali dengan 3 langkah diatas. Mungkin Anda akan mengatakan, tapi …
Ya, ada banyak hal yang bisa merusak semangat kerja Anda seperti disebutkan diatas. Silahkan Anda sadari, apa saja sich yang merusak semangat Anda.
Apakah gaji yang kecil, tidak puas dengan perusahaan, tidak puas dengan atasan, kecewa dengan rekan kerja, bekerja tidak sesuai passion? Apa lagi?

Langkah #5 Renungkan Mana Yang Lebih Penting

Sekarang renungkan. Mana yang lebih penting, apakah niat ibadah ditambah cita-cita Anda ditambah orang-orang yang Anda sayangi atau perusak semangat Anda?
Saya yakin, ibadah karena Allah jauh lebih penting dibandingkan atasan yang cerewet. Saya yakin, cita-cita Anda untuk hidup lebih baik, jauh lebih penting dibandingkan rekan kerja yang usil. Orang-orang yang kita cintai pun, jauh lebih penting dari masalah apa pun yang ada.
Jangan sampai, hal-hal terpenting dalam hidup Anda dikalahkan oleh pengganggu-pengganggu itu.

Langkah #6 Yakinlah Bahwa Diri Anda Mampu

Yakinlah bahwa diri Anda mampu mengatasi, mampu bertahan, dan mampu menghadapi semua perusak motivasi Anda. Anda mampu, sebab Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita.
Pancangkan tekad dalam hati Anda, bahwa Anda TIDAK AKAN KALAH, demi ibadah kepada Allah, demi cita-cita Anda, dan demi orang-orang yang Anda sayangi.
Tekadkan dan yakinlah Anda mampu!

Langkah #7 Resapkan Ke Dalam Sanubari

Buatlah catatan renungan dari langkah 1 sampai langkah 6. Saya yakin, jika Anda mengikutinya Anda sudah semangat lagi. Namun, agar semangat itu lebih tahan lama, resapkan ke dalam sanubari Anda. Caranya adalah dengan membuat catatan-catatan dari langkah 1 sampai 6 yang membuat Anda semangat.
Dengan mencatat saja, itu akan lebih kuat tertanam dalam pikiran Anda. Apalagi jika Anda baca kembali pada kesempatan-kesempatan tertentu secara rutin.

Kesimpulan

Motivasi atau semangat jangan dianggap enteng. Saat motivasi Anda turun, kerja Anda jelek, maka ini bisa merusak karir Anda, bahkan saat Anda berniat akan pindah. Untuk itu harus segera dibangkitkan kembali, jangan dibiarkan dengan ketujuh langkah cara membangkitkan semangat kerja.

Inilah Salah Satu Alasan Kenapa Sulit Mengatasi Masalah

Perubahan itu mulai dari diri kita! Bukan harap-mengharap!!

Apakah Anda Sulit Mengatasi Masalah?

Banyak yang bertanya kepada saya, baik via BBM, facebook, atau email yang bertanya cara mengatasi masalah mereka. Saya berusaha membantu siapa saja yang bertanya dengan baik-baik. Dari menjawab berbagai pertanyaan, banyak sekali pelajaran yang bisa saya share kepada Anda melalui tulisan ini. Tapi, saya akan fokus ke satu hal yang sangat penting untuk difahami jika Anda ingin menyelesaikan masalah.
Sehebat apa pun solusi yang diberikan, jika Anda tidak memahami, menerima, dan menerapkan satu hal ini, maka solusi itu tidak akan ada artinya.
Sering kali, solusi itu sederhana dan umum sekali. Artinya mungkin Anda dan kebanyakan orang sudah mengetahui solusi itu. Sayangnya, solusi yang diketahui bisa percuma jika satu hal ini belum difahami.

Cara Mengatasi Masalah Apa Pun Dengan Segera

Ups … Jika Anda tidak membaca pendahuluan langsung ke bagian ini, artinya Anda termasuk orang yang memiliki satu hal ini.
Apa itu?
Ingin mendapatkan solusi secara instan. Jika perlu tidak usaha bekerja dan hasilnya langsung datang dalam 1 atau 2 hari.
Ya, memang. Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan sekarang juga. Mungkin dan Anda bisa mencari solusi mepet. Tapi biasanya, solusi mepet akan meninggalkan masalah baru berikutnya. Bisa saja jika diperlukan, artinya mengalihkan masalah.
Tapi saat ini saya tidak sedang bicara masalah seperti ini. Fokus pada masalah yang tidak sangat mepet untuk diselesaikan. Artinya masih ada waktu untuk menyelesaikan, tapi sayangnya banyak orang yang tidak mau menjalani proses untuk mengatasi masalah itu.
Jika Anda termasuk orang yang selalu mencari solusi instan, mulailah mengubah pikiran Anda, bahwa mengatasi solusi itu membutuhkan proses dan waktu. Mungkin juga biaya. Jika terus-menerus ingin mendapatkan solusi instan, bisa saja Anda malah menghabis kan waktu untuk memikirkan dan mencarinya tanpa mengambil tindakan menjalankan solusi yang sebenarnya sudah ada.

Beberapa Studi Kasus Umum


Mau memulai bisnis, tapi tidak punya modal.

Ini pertanyaan termasuk yang paling sering saya terima. Sebenarnya solusinya sudah umum, banyak yang sudah mengetahuinya. Bisa nabung, bisa kerja sama, bisa minta, atau bisa meminjam. Masalahnya untuk bisa mendapatkan modal butuh proses dan banyak yang tidak mau menjalankan proses itu.
Untuk menabung pasti butuh waktu dan kerja kerasa menyisihkan sebagian penghasilan saat ini. Ah lama, tidak mau.
Kerja sama dikatakan ribet, sulit mencari partner yang dipercaya, dan sebagainya. Tentu butuh proses. Tapi, tidak mau juga menjalin relasi dan menjajaki kerja sama dengan orang.
Meminta? Kepada siapa? Kepada keluarga, orang tua, atau kakak misalnya. Bisa sich tapi kecil, keluarga saya bukan orang kaya. Padahal dia bisa mengembangkan uang yang kecil itu. Tapi, tidak mau juga, ingin langsung besar.
Meminjam? Ah sulit, apalagi ke bank! Tentu saja, orang akan mau meminjamkan jika mereka percaya kepada Anda. Artinya butuh waktu dan proses untuk membangun kepercayaan. Sekali lagi, tidak mau menjalankan proses itu.
Sebenarnya bisa saja memulai bisnis dengan modal seadanya, tapi sekali lagi akan membutuhkan proses. Sejauh mana Anda mau menjalani proses itu, solusi selalu ada.

Masalah Perasaan

Masalah lain yang juga kadang sulit diatasi adalah masalah perasaan. Baik ditinggalkan pacar, tidak mendapatkan sesuatu sesuai keinginan, dikecewakan orang lain, dan sebagainya.
Padahal solusinya mudah dan sudah ada di Al Quran (semua solusi ada di Al Quran):
“…. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu Tidak mengetahui.” [QS. Al Baqarah 2: 216]
Apa reaksi mereka setelah saya ingatkan ayat ini?
“Iya sich, tapi sulit.”
“Saya tau, tapi saya masih belum bisa menerima.”
“Tapi tetap saja, saya masih sakit hati.”
dan sebagainya.
Kita semua sadar, bahwa untuk melupakan perasaan yang negatif akan membutuhkan waktu. Akan ada proses yang harus dilalui. Tidak langsung melupakan dan langsung nyaman.
Anda akan dituntut untuk menjalani tahap demi tahap untuk memperbaiki perasaan Anda. Tegarkan diri Anda, bersyabarlah, dan bersyukurlah. Memang sulit, memang butuh waktu, tapi harus Anda lakukan.
Kalau mau atau merasa sangat parah, mungkin membutuhkan jasa yang berkaitan dengan terapi. Tapi setau saya, tidak juga dipastikan memberikan hasil yang instan. Butuh waktu untuk membenahi perasaan. Jalani saja, lama kelamaan Anda akan lebih nyaman lagi.
Begitu juga saya, saya pernah merasakan perasaan kecewa, marah, bahkan mungkin dendam. Awalnya sulit, tapi lama-lama juga perasaan itu bisa mudar.

Kesimpulan

Untuk mengatasi masalah itu sering kali membutuhkan proses dan waktu. Tidak menjamin akan ada solusi dengan sekejap. Butuh waktu, bahkan bisa saja untuk menemukan solusi itu sendiri Anda membutuhkan waktu. Untuk solusi yang sudah diketahui dan umum pun, cara mengatasi masalahnya bisa lama. Apalagi jika Anda belum mengetahui solusinya, akan dibutuhkan waktu untuk menemukan solusi.
Keshabaran sangat dibutuhkan untuk menemukan solusi dan mengaplikasikan solusi itu.